Kamis, 28 Juli 2011

Suara Suara Bising...

Sabtu yang melelahkan. Ibu mengajakku jalan2, tapi kali ini kami melewati jalan yang amat sangt bising dengan bermacam2 suara2 yang belum pernah kudengar.

Jumat, 22 Juli 2011

Nunggiiiiing terus


Aku lagi hobby nen sambil nungging. Hihihi...sampe2 ibuku puyeng dibuatnya...

Kamis, 14 Juli 2011

Ruam ruam di sekujur tuibuhku

beberapa hari ini lengan, leher dan dahiku penuh dengan ruam kemerahan. katanya sih, kringet buntet...

Selasa, 12 Juli 2011

Berpegangan dan...Berdiriiii!!!





Aku sudah bisa berdiri, lho...meskipun sambil berpegangan. Kalau nggak berpegangan meja, ya berpegangan kaki ibu kalau pas duduk2 di kamar.

Minggu, 10 Juli 2011

Tidurku nggak tenang

Semalem waktu ditinggal ibu pergi, tumben aku nggak nangis. Tapi siang ini aku nggak nyaman dan perasaan takut2 gitu pas tidur siang. aku nggak mau di kasur dan nggak mau ditinggalin ibu. maunya gendong dan dipeluk ibu terus...

Melihat Kerajinan di SMESCO


SMESCO adalah gedung yang sangat besar dan bentuk bangunannya bagus.

Ke Smesco...lagiiii

Selasa, 05 Juli 2011

Berlibur bersama Uti dan Mas Ega...

Hari ini rumahku ramai sekali. Uti, Mas Ega, dan Mas Rendy datang berlibur ke rumah kami.

Jumat, 01 Juli 2011

Ingin Tahu Apa saja Resep MP-ASI ku?



Ingin tahu, kan, apa saja bubur yang dibikin ibu untukku? Awal-awalnya sih, masih bubur instant atau biskuit bayi. Tapi karena ibuku percaya banget bahwa makanan alami jauh lebih sehat dan berkhasiat, hampir setiap hari ibu membuat sendiri makanan MP-ASI ku. Ternyata mudah dan cepat, lho, nyiapin bubur. Tinggal direbus, diblender, jadi, deh....
Biasanya kalau aku sudah mulai kenyang dan nggak mau makan lagi, ibu mencampurnya dengan air putih agak banyak, lalu aku meminumnya dengan lahap. Nah... tandas, deh, makananku.
Bahan-bahannya kurang lebih sama dari hari ke hari. Ibu hanya menggilirnya sesuai yang mana yang kusukai. Ibu 'nyetok' bahan dasarnya seminggu satu paket, yaitu; labu kuning, ubi jalar, keju craft, wortel, bayam, bawang bombay.Ibu tinggal meraciknya bergantian; labu-keju-bayam-bombay-tambah kacang tanah...atau ubi-bayam-wortel-tahu-keju. yang paling kusuka tuh campuran ubi-kuning telur-bombay-keju...nyam nyam deh rasanya... atau kalau menu siang hari; wortel-sayur sawi-bawang pre-tempe-tahu jepang dan keju...enaaak banget!!
Nah, bahan tambahannya tergantung apa adanya; kadang kacang tanah, tahu, tempe, bayam, apel, dan kedelai.
Sekarang tiap makan, ibu pasti yang nyiapin sendiri, yang nyuapin kadang ibu, kadang teteh. Nah, kalo bepergian, baru aku makan bubur instant... nggak seenak bikinan sendiri tentunya!!

Berdiri dan...Gapai!!









Selain lagi hobby merangkak, aku juga lagi belajar berdiri dan menggapai berpegangan apa saja yang ada di depanku. Pernah suatu hari di musholla, ada kotak kayu yang besar dan berat. Tentu saja aku langsung menjadikannya alat untuk berpegangn. Hap... akupun bisa berdiriu!!!

Kalau di rumah, aku suka berpegangan dinding kamar. Apalagi, dinding kamarku dipasangin stiker kupu-kupu, wow... indah dan pengen banget aku mengelupasnya dan ... menggigitinya tentu!!

Bedku Luas, Belajar Merangkak Pun Puaaas!!





Gara-gara jatuh kemarin, ibu merayu-rayu ayah untuk menurunkan springbed dan menggelar kasur menjadi 3 berendengan. Dengan berat hati ayahpun mengabulkan. Walhasil, ibu harus menyiapkan sofa khusus untuk ayah kalau ingin duduk santai sambil nonton tv.
Ternyata setelah didekor ulang, kamar jadi lega dan lebih nyaman. Apalagi kasurnya sampai 3 deret. Wuih! Aku jadi leluasa belajar merangkan dan belajar menyeberangi kasir demi kasur yang tingginya berbeda beberapa centimeter. Kakak dan kakay juga berkali-kali berguling2 tanpa takut jatuh ke lantai... Senangnya...

merangkak menuntut pemakaian kaki dan tangan yang berlawanan secara simultan, yaitu: menggerakkan tangan kanan dengan kaki kiri, diikuti tangan kiri dengan kaki kanan, dan seterusnya, dalam gerakan timbal-balik. Tiap gerakan seperti ini menuntut pemakaian kedua belahan otak kiri dan kanan dalam sebuah koordinasi neurologis yang kompleks.
akademis‘Berjalan terlalu dini’ (merangkak terlalu singkat sebelum mulai berjalan) diduga berhubungan dengan masalah akademis di belakang hari. “Penelitian terhadap anak-anak yang digolongkan ‘berjalan terlalu dini’ menunjukkan bahwa mereka meraih skor lebih rendah dalam berbagai tes prasekolah,” kata Dr. Fysh.
Louis Barclay Murphy dan Colleen T. Small dalam The Baby’s World menjelaskan berbagai pengalaman sensori bayi, dalam konteks budaya para bayi itu sendiri. Berdasarkan penjelasan mereka, kita bisa melihat betapa banyak ‘keuntungan langsung’ yang bisa dirasakan bayi dengan merangkak - selain meningkatnya keterampilan motorik, tentunya:
1. ‘Memperluas Dunia’
dunia1Bayi perlu memperluas dunia, karena mereka akan semakin terbiasa dengan apa yang mereka lihat sehari-hari dan bisa bosan. Dengan merangkak, bayi bisa menggapai, menyentuh, merasakan dan menjulurkan tubuh untuk melihat dan mendengar sesesuatu yang baru dan menarik. Dengan cara ini, bayi memelihara minat dan kesenangannya terhadap rangsangan baru – ini sangat penting untuk perkembangan mental bayi dan kelangsungan hidupnya. Bayi-bayi yang kurang mendapat ‘nutrisi’ untuk pancainderanya (karena dunianya tidak diperluas) akan lambat perkembangannya.
2. Mengembangkan ‘Peta-peta Kognitif’
arahPeta-peta kognitif (cognitive maps) berkembang begitu anak menyesuaikan diri mereka dengan lingkungan sekitar. Ketika bayi mulai merangkak dari ruang yang satu ke ruang lain, mereka belajar menemukan jalan sendiri untuk mengelilingi rumah. Mereka menciptakan peta kognitif seperti burung dan tupai menemukan jalan pergi dari dan pulang ke sarang. Bayi yang  merangkak juga bisa menyelidiki lemari-lemari dapur di sepanjang jalur merangkak. Itu membuat mereka makin menguasai jalur, bahkan mampu mengubah tiap jalur menjadi tempat mengasyikkan. Semua itu akan mengembangkan kompetensi dan kemandirian bayi.
3. Mengembangkan kelekatan dengan lingkungan
boxProses pengembangan kelekatan (attachment) bayi dengan sesuatu disebut juga kanalisasi. ‘Sesuatu’ itu bisa ibunya, selimutnya, mainannya, boks-nya, makanannya, pakaiannya, dan seterusnya. Bayi yang merangkak bisa menjalin kelekatan dengan lebih banyak ‘sesuatu’, yang mungkin tidak didapat jika tidak merangkak: kolong boks (yang ternyata nyaman untuk sembunyi!), sudut kamar, lemari, meja-kursi, ceruk di antara perabotan, ruang di balik pintu, dan apa saja yang bisa mereka temukan dalam setting rumah kita.
4. Menyalurkan hasrat kebebasan
apiAda bayi-bayi enerjik yang kesal jika terkurung dalam kotak bermain atau kamar. Mereka bisa marah dan melakukan tindakan destruktif: melempar atau merusak mainan, menendang, memukul, dan sebagainya. Dengan merangkak, bayi-bayi enerjik tersebut mendapatkan penyalurannya. Hasrat ingin bebas terpuaskan, energi gerak yang melimpah tersalurkan (merangkak itu capek, lho!).
5. Memperkaya kehidupan emosi
emosiMerangkak memberi kesempatan bayi mengalami lebih banyak tantangan dari lingkungan. Semua itu harus dihadapi oleh bayi dengan segala rasa yang muncul dalam dirinya – takjub, gembira, bersemangat, sedih, cemas bahkan takut. Kesuksesan demi kesuksesan yang berhasil dicapai bayi dalam mengatasi tantangan tersebut akan membangun optimisme bayi.
6. Memperkaya cara-cara untuk menyamankan diri
isapBayi mampu membuat dirinya nyaman dengan berbagai cara. Ada yang mengisap jari (oral), memandangi gambar-gambar di dinding (visual), menggosok-gosokkan jari kaki ke mainan (taktil). Dengan merangkak, bayi bisa memperkaya cara menyamankan diri. Misalnya, merangkak ke kolong meja dan berbaring menikmati ketersembunyian dirinya dari orang lain (visual).
7. Memperkaya cara bayi untuk ‘mempengaruhi dunia’
tanganSebelum bisa merangkak, bayi mungkin hanya bisa ‘mengulurkan tangan dan menatap penuh harap’ untuk menyuruh kita menghampiri dan menggendongnya. Dengan merangkak, bayi bisa menghampiri kita dan lebih ‘memaksa’ kita menggendongnya segera.
8. Memperkaya kosakata bayi
kataSebelum merangkak, bayi hanya menunggu seseorang menghampiri, menyodorkan sesuatu dan berkata “Ini boneka beruang…,” lalu belajar menghubungkan antara sesuatu yang nyata (benda empuk berbulu lembut, berwarna cokelat) dan gagasan tentang benda tersebut (boneka beruang). Dengan merangkak, bayi mendapat kesempatan jauh lebih luas untuk menemukan lebih banyak objek dan mengaitkannya dengan bahasa. Ketika merangkak mencapai kaki tangga, misalnya, kita berseru “Jangan ke tangga!” Bayi belajar menghubungkan bahwa yang ada di dekatnya adalah ‘tangga’ dan dia ‘dilarang’ mendekati benda tersebut.
Hm, kalau sebanyak ini keuntungannya, siapa lagi yang berani mengatakan merangkak tidak penting?

Senin, 27 Juni 2011

Ke C I T O S

Malam tadi ibu mengajakku ke Citos. Biasa...meeting...! padahal badanku cuapeeeek banget...!!

Sabtu, 25 Juni 2011

Bayi Paling Bahagia di Dunia

"Sayang... Alya selalu bersyukur sama Allah, ya...karena Alya adalah bayi paling beruntung di dunia...Bayi paling cantik, yang memiliki keluarga yang saling mengasihi..." begitu kira-kira Ibu berbisik di telingaku malam ini, ketika aku tidur.



Selasa, 21 Juni 2011

Minggu, 19 Juni 2011

Aku Bisa Duduk!!



Hari ini aku genap 7 bulan. Hari pertama aku bisa duduk sendiri!! Bener, loh...

Sabtu, 18 Juni 2011

Rewel Pertamaku

Rewel adalah istilah ibu untukku ketika aku menangis meraung-raung di malam hari. Yup. Tiga hari yang lalu, Rabu dini hari jam 02.30, aku terbangun dan merasakan sakiiit banget di tengkuk dan badanku. Aku menangis dan menangis sejadi-jadinya. Ibu mencoba membujukku dengan nenen, tapi aku tetap nggak nyaman, aku nangis terus sampai pagi!! Tentu saja ibuku bingung karena aku belum pernah seperti ini. Dia bertanya terus,
"Kenapa, Sayang? Apa yang sakit, Sayang?"
Tentu saja aku nggak bisa jawab. Aku nangis lagi deh... berurai air mata!!

Jam 10 pagi, ibu memanggil Bu Latifah, tukang pijat langganan kami. Aku dipijat dengan minyak yang dicampur jeruk nipis. Sekujur badanku ditelusuri dengan jari-jari Bu Latifah, telapak kaki, betis, punggung, tengkuk...

"Ini nih.... betisnya kenceng banget."
"Pundaknya juga agak kaku."
"Nah...ini yang bikin sakit, ada benjolan di sini kan?"
Ternyata di tengkukku ada benjolan benjolan yang membuatku kesakitan. benjolan itu akibat posisiku pas tidur yang suka miring nggak karu-karuan. bahuku kaku karena posisi tidur juga. Atau pas aku digendong, aku pernah menggeliat yang menyebabkanku kecetit, dan...beginilah jadinya...
Benjolan di tengkukku terus dielus-elus sampai akhirnya mengecil. Juga betisku, punggungku, semuanya dipijit.
Selama dipijit aku nangiiiis terus, sampai-sampai ibuku yang nungguin sambil tidur, akhirnya terbangun juga...hehehe
Nah, setelah dipijit, aku dinenenin, dan tertidur. Begitu bangun badan rasanya enak, dan malamnya, aku nggak rewel lagi... tidur dengan nyaman dan nyenyak...

Melihat Pameran Adiwastra Nusantara

Kemarin sore hingga malam, aku diajak ibu melihat Pameran Adiwastra Nusantara. Itu, lho... pameran kain-kain Nusantara yang sangat indah. Batik, tenun, songket. Tapi kali ini kami membawa kereta dorong, agar aku bisa tidur dengan tenang selama muter-muter.