Rabu, 11 Januari 2012

Tak Ada Baby Walker, kursi pun Jadi

Ibu nggak membelikanku baby walker, karena konon itu kurang bagus. Alhasil, aku sering menggunakan kursi untuk latiha jalan sendiri. Cerdik khan?

Lontong Mata Sapi Saus Alpokat

Nggak nyambung, ya...makananku???
Akhir-akhir ini ibu sering memberiku alpukat. Enak dan gurih!

Melihat Orang Melukis Wajah

7 Jan
Hari ini aku jalan jalan lagi ke Gramedia. Melihat orang melukis wajah, dan aku bisa main-ain dengan pensil warna, lho...

Berpijak di Sofa

6 Jan


Aku paling suka naik sofa kesayangan Ayah. Empuk, lebar, dan aku bisa memanjat tanpa takut jatuh. Nah, kedua kakiku sudah bisa menyeimbangkan berdiri di sofa itu lho... malah sesekali di sisi sofanya bisa juga!!

Duduk di Jok Depan

4 Jan
Kadang kalau bepergian, aku duduk di Jok depan.

Dalam Kegelapan

4 Januari
Ini pertama kalinya aku melihat laptop di kamar yang gelap...

Kepala Boneka Jepun Yang Manis

Mas Rendy membawa pulang kepala boneka segedhe bantaaal!!! Lucuuu banget!

Dua Mainan di Tangan kanan Kiriku

Aku suka membawa dua mainan di tangan kanan dan kiriku.

Memasukkan Bola

1 Jan
Hari ini ada permainan baru yang sungguh menarik, yaitu memasukkan bola ke tempatnya. Ibu membuat tempat bola dari bekas box kuetart, trus tutupnya dilobangi sebesar bola. Nah, satu persatu kumasukkan bolanya, deh...

Mulai Jalan Sendiri

31 Des 2011
Setiap hari aku udah berani jalan jalan sendiri dari ruangan demi ruangan. Tertatih-tatih dan sering jatuh terduduk, sih... tapi aku senang sekali.

Senin, 19 Desember 2011

Rissiiiiih di Telinga

Aku kesel banget hari itu. Rasanya telingaku nggak enak. Aku nangis lama banget sampai Ibu bingung kenapa. Akhirnya telingaku dibersihin pakai cuttonbud...

Belajar Memanjat

Kalau sudah main di TK depan rumah, aku selalu mencoba semua mainan. Selain penasaran, aku suka sekali melakukannya; berpegangan, memanjat, berayun...

Aku Kompakan Sama Kakak

Setiap foto bareng Kakak, kami selalu kompak, lho... Itu karena Kakak selalu memberiku contoh bergaya.

Menelpon Seseorang

Aku seneng banget mainin telepon.

Ngupiiil

Ngupiiilll

Kamis, 01 Desember 2011

Aku Suka Mengamati



 Kata ibu, aku bakalan jadi peneliti. Soalnya aku suka mengamati sesuatu. Kalau ada mainan atau sesuatu yang baru buatku, aku pasti berlama-lama memegang, membolak balik, dan mengamatinya sampai beberapa menit hingga aku bosan. Kata ibu, kemampuanku berkonsentrasi sangat bagus dan kalau sudah mengamati gitu, ibu nggak berani menggangguku.





Rabu, 30 November 2011

Malam Menakutkan

Ini malam yang paling menakutkan seumur hidup aku.
Seperti biasa karena jam 9 malam aku tertidur dan terbangun lagi jam 11, aku jadi nggak bisa bobok sampai jam 1. Aku pengennya maiiin terus. Beberapa kali ibu membawaku ke kasur dan nenen, aku nurut. Tapi...tetap aja aku pengen main-main, apalagi kulihat ayah juga belum bobok. Nah...aku ada akal. beberapa saat nenen, aku miring membelakangi ibu seperti biasa, ibu akan mengira aku sudah tertidur. Trus setelah diam sebentar, aku berguling pelan-pelan menjauhi ibu. Diam sebentar. Lalu berguling sekali lagi...nyampe pinggir kasur, deh...
Kulihat ibu tidak bergerak, pasti sudah tidur. Nah...dengan gerakan pelan akupun turun dari bed, menuju rak mainanku yang dekat dengan bed.

Tapi tak lama kemudian ibu mengangkatku balik ke kasur. Nenen. Tapi aku nggak kehilangan akal. Aku ulangi lagi aksi berguling pelan-pelan seperti tadi. Kali ini aku berhasil turun dari bed, dan mendekati sofa ayah, dan main-mainin penggaruk ayah, deh...



Lagi asyik main, tiba-tiba kudengar suara ibu mengerang seperti kesakitan, tubuh ibu kaku kayak kejang-kejang dan kepalanya tertutup bantal. Lalu tubuh ibu nggak bergerak. Lamaaaa banget.
Kulihat ayah menggoyangkan badan ibu dan berteriak ". Aku jadi takut dan ke bed mendekati ibu. Tapi ibu nggak bergerak. Aku jadi nangis sejadi-jadinya. Aku menjerit-jerit. Kupegang badan ibu tetap saja nggak bergerak, aku tambah histeris. Menjerit sejadi-jadinya, sampai ayah juga kebingungan mendiamkanku.

Tapi akhirnya kulihat ibu bergerak dan aku langsung diam dan meringkuk dirangkul ibu. Aku meringkuk tak bergerak dan tak bersuara. Tangisku berganti lega. Ibu memelukku dan aku diam antara tenang dan masih ketakutan.
Ibu lalu memindahkan aku ke bantalku, mengusap-usap punggungku sambil nenen.
Antara tertidur, aku sempat bertanya-tanya, tadi itu ibu beneran kejang atau pura-pura saja agar aku mau segera bobok, ya...??
Tapi yang pasti, aku nggak mau melihat ibu kejang-kejang seperti tadi!!!
Aku sayaaaaaaaaaaaang banget sama ibu!!