Aku adalah bayi cantik yang menjadi titik kehidupan baru ayah ibuku. Kata ibu, kelahiranku adalah keindahan tak terkatakan, dan ayahku, beliau menangis waktu memotretku di ruang bayi rumah sakit. Namaku Auliazara Anshary Surya. Artinya Matahari Mulia Penolong Sesama. Maksudnya supaya kalau aku besar nanti menjadi orang yang suka menolong. Indah ya...seindah hari-hari pertumbuhanku yang tak terlupakan.
Rabu, 11 Januari 2012
Tak Ada Baby Walker, kursi pun Jadi
Ibu nggak membelikanku baby walker, karena konon itu kurang bagus. Alhasil, aku sering menggunakan kursi untuk latiha jalan sendiri. Cerdik khan?
Lontong Mata Sapi Saus Alpokat
Nggak nyambung, ya...makananku???
Akhir-akhir ini ibu sering memberiku alpukat. Enak dan gurih!
Akhir-akhir ini ibu sering memberiku alpukat. Enak dan gurih!
Melihat Orang Melukis Wajah
7 Jan
Hari ini aku jalan jalan lagi ke Gramedia. Melihat orang melukis wajah, dan aku bisa main-ain dengan pensil warna, lho...
Hari ini aku jalan jalan lagi ke Gramedia. Melihat orang melukis wajah, dan aku bisa main-ain dengan pensil warna, lho...
Berpijak di Sofa
6 Jan
Aku paling suka naik sofa kesayangan Ayah. Empuk, lebar, dan aku bisa memanjat tanpa takut jatuh. Nah, kedua kakiku sudah bisa menyeimbangkan berdiri di sofa itu lho... malah sesekali di sisi sofanya bisa juga!!
Aku paling suka naik sofa kesayangan Ayah. Empuk, lebar, dan aku bisa memanjat tanpa takut jatuh. Nah, kedua kakiku sudah bisa menyeimbangkan berdiri di sofa itu lho... malah sesekali di sisi sofanya bisa juga!!
Kepala Boneka Jepun Yang Manis
Mas Rendy membawa pulang kepala boneka segedhe bantaaal!!! Lucuuu banget!
Memasukkan Bola
1 Jan
Hari ini ada permainan baru yang sungguh menarik, yaitu memasukkan bola ke tempatnya. Ibu membuat tempat bola dari bekas box kuetart, trus tutupnya dilobangi sebesar bola. Nah, satu persatu kumasukkan bolanya, deh...
Hari ini ada permainan baru yang sungguh menarik, yaitu memasukkan bola ke tempatnya. Ibu membuat tempat bola dari bekas box kuetart, trus tutupnya dilobangi sebesar bola. Nah, satu persatu kumasukkan bolanya, deh...
Mulai Jalan Sendiri
31 Des 2011
Setiap hari aku udah berani jalan jalan sendiri dari ruangan demi ruangan. Tertatih-tatih dan sering jatuh terduduk, sih... tapi aku senang sekali.
Setiap hari aku udah berani jalan jalan sendiri dari ruangan demi ruangan. Tertatih-tatih dan sering jatuh terduduk, sih... tapi aku senang sekali.
Sabtu, 31 Desember 2011
Senin, 19 Desember 2011
Rissiiiiih di Telinga
Aku kesel banget hari itu. Rasanya telingaku nggak enak. Aku nangis lama banget sampai Ibu bingung kenapa. Akhirnya telingaku dibersihin pakai cuttonbud...
Belajar Memanjat
Kalau sudah main di TK depan rumah, aku selalu mencoba semua mainan. Selain penasaran, aku suka sekali melakukannya; berpegangan, memanjat, berayun...
Aku Kompakan Sama Kakak
Setiap foto bareng Kakak, kami selalu kompak, lho... Itu karena Kakak selalu memberiku contoh bergaya.
Kamis, 15 Desember 2011
Kamis, 01 Desember 2011
Aku Suka Mengamati

Kata ibu, aku bakalan jadi peneliti. Soalnya aku suka mengamati sesuatu. Kalau ada mainan atau sesuatu yang baru buatku, aku pasti berlama-lama memegang, membolak balik, dan mengamatinya sampai beberapa menit hingga aku bosan. Kata ibu, kemampuanku berkonsentrasi sangat bagus dan kalau sudah mengamati gitu, ibu nggak berani menggangguku.
Rabu, 30 November 2011
Malam Menakutkan
Ini malam yang paling menakutkan seumur hidup aku.Seperti biasa karena jam 9 malam aku tertidur dan terbangun lagi jam 11, aku jadi nggak bisa bobok sampai jam 1. Aku pengennya maiiin terus. Beberapa kali ibu membawaku ke kasur dan nenen, aku nurut. Tapi...tetap aja aku pengen main-main, apalagi kulihat ayah juga belum bobok. Nah...aku ada akal. beberapa saat nenen, aku miring membelakangi ibu seperti biasa, ibu akan mengira aku sudah tertidur. Trus setelah diam sebentar, aku berguling pelan-pelan menjauhi ibu. Diam sebentar. Lalu berguling sekali lagi...nyampe pinggir kasur, deh...
Kulihat ibu tidak bergerak, pasti sudah tidur. Nah...dengan gerakan pelan akupun turun dari bed, menuju rak mainanku yang dekat dengan bed.Tapi tak lama kemudian ibu mengangkatku balik ke kasur. Nenen. Tapi aku nggak kehilangan akal. Aku ulangi lagi aksi berguling pelan-pelan seperti tadi. Kali ini aku berhasil turun dari bed, dan mendekati sofa ayah, dan main-mainin penggaruk ayah, deh...
Lagi asyik main, tiba-tiba kudengar suara ibu mengerang seperti kesakitan, tubuh ibu kaku kayak kejang-kejang dan kepalanya tertutup bantal. Lalu tubuh ibu nggak bergerak. Lamaaaa banget.
Kulihat ayah menggoyangkan badan ibu dan berteriak ". Aku jadi takut dan ke bed mendekati ibu. Tapi ibu nggak bergerak. Aku jadi nangis sejadi-jadinya. Aku menjerit-jerit. Kupegang badan ibu tetap saja nggak bergerak, aku tambah histeris. Menjerit sejadi-jadinya, sampai ayah juga kebingungan mendiamkanku.
Tapi akhirnya kulihat ibu bergerak dan aku langsung diam dan meringkuk dirangkul ibu. Aku meringkuk tak bergerak dan tak bersuara. Tangisku berganti lega. Ibu memelukku dan aku diam antara tenang dan masih ketakutan.Ibu lalu memindahkan aku ke bantalku, mengusap-usap punggungku sambil nenen.
Antara tertidur, aku sempat bertanya-tanya, tadi itu ibu beneran kejang atau pura-pura saja agar aku mau segera bobok, ya...??
Tapi yang pasti, aku nggak mau melihat ibu kejang-kejang seperti tadi!!!
Aku sayaaaaaaaaaaaang banget sama ibu!!
Langganan:
Postingan (Atom)






