Aku adalah bayi cantik yang menjadi titik kehidupan baru ayah ibuku. Kata ibu, kelahiranku adalah keindahan tak terkatakan, dan ayahku, beliau menangis waktu memotretku di ruang bayi rumah sakit. Namaku Auliazara Anshary Surya. Artinya Matahari Mulia Penolong Sesama. Maksudnya supaya kalau aku besar nanti menjadi orang yang suka menolong. Indah ya...seindah hari-hari pertumbuhanku yang tak terlupakan.
Kamis, 10 November 2011
Rabu, 09 November 2011
Sangat banyak cinta di sini...
Alangkah bahagianya aku, karena banyak sekali orang-orang yang setiap hari bermain dan ngefans berat sama aku. Ditambah lagi nggak ada pembantu dan baby sister, so...bisa dikata 24 jam aku selalu bersama ibuku; mandi, makan, bobo, ke bank, ke pasar, bahkan ketemu dengan teman2 ibu di luar....Pokoknya hari-hariku seru, deh...
Setiap jam pulang sekolah, pasti ada Kakay, Kak Aura, Kak Rehana, Kak Putri yang datang dan bermain cilukba atau melucu buatku.

Kalau sore, datanglah Kak Putri untuk menemaniku jalan-jalan sore bersama ibu dan Kakay. Kadang bermain di TK depan rumah. Di sana pula aku selalu ketemu dengan Ilham dan Alham. Mereka juga jalan-jalan. Alham berumur 1,3 tahun selalu bersama ibunya, dan Abang Ilham berumur 3 tahun selaluuu bersama baby sisternya. Aku belum pernah lihat ibunya Bang Ilham.
Nah... kadang-kadang ada Kak Nanda dan Mas Satria main ke rumah, mereka adalah anak-anak Tanteku. Mereka selalu mengajakku bermain dan selalu menjagaku.
Kalau malam, Kakak, Kakay, ayah dan ibu selalu bergantian mengajakku becanda dan bermain. Sampai aku capek dan tertidur....
Hmmm...terlalu banyak cinta di sini, kata ibuku.
Oh... pantesan hampir tiap hari ibu selalu memeluk ayah; i love yu Ayay...
Selasa, 08 November 2011
Bermain di TK Depan Rumah
Minggu, 06 November 2011
Rabu, 02 November 2011
Cemilan Kesukaanku
Bukan cemilan, sih... tp buah-buahan. Aku suka gigit-gigit potongan tomat matang dan wortel serta timun...
Senin, 31 Oktober 2011
Bermain Banjir
Sore kemarin hujan deraaas banget. Petir dan angin kencang sekali. Walhasil jalanan depan rumahku banjir sebetis. lalu aku main perahuperahuan, deh, sama Kakak Kakakku... Asyiiik!!
Minggu, 30 Oktober 2011
Pengalamanku di Baby Chair
Jumat, 28 Oktober 2011
Ke Pasar Cisalak
Tengah malam, ibu membawaku ke pasar Cisalak untuk belanja sayur dan bahan makanan stok seminggu. Wah... banyak sekali sayur dijual di sana.
Selasa, 25 Oktober 2011
Latihan Pis di Kamar Mandi
Pagi ini pertama kalinya aku latihan pis di kamar mandi. Namanya tatur. Aku dibopong ibu, dengan (maaf) pantat menggantung...sampai aku pis. Trus...cebok deh...
Minggu, 23 Oktober 2011
Masuk Tas... Keluar Tas...
Aku paling suka ngoprek tas. Apalagi kalau nemu dompet ibu. Pasti kukeluarkanlah semua isinya. Nah hari ini aku sibuk masuk-masukin dan ngeluarin barang-barang dari tas bajuku sendiri; bedak, hairlotion, minyak telon...
Main Bola Sama Ibu, Main Musik sama Ayah
Malam ini karena nggak bisa tidur, akhirnya ibu mengajakku main lempar bola. Senangnyaaa... aku sampai tergelak-gelak. Bola dilempar ke dinding, balik lagi ke dekatku. Bola dilempar ke atas, balik lagi ke dekatku... duh, gemesss...
Capek dan mau bobok, ayah membunyikan musi kesukaanku dari HPnya... akhirnya aku tertidur, deh...
Capek dan mau bobok, ayah membunyikan musi kesukaanku dari HPnya... akhirnya aku tertidur, deh...
Sabtu, 22 Oktober 2011
Badanpun Panas dan Gak Enak
Pagi ini badanku agak panas. Itu sebabnya seharian aku dan ibu tiduran aja. Kupikir sampai malampun bisa istirahat dengan tenang di rumah... ternyata... jam 4.30 diajak ibu pergi lagi!!!
Jumat, 21 Oktober 2011
Rabu, 19 Oktober 2011
Panaaas... Ruam Biang Keringat (lagi) Deh...
Pagi ini aku dijemur lagi. Gara-garanya biang keringat muncul lagi ruam-ruamnya...
Senin, 17 Oktober 2011
Bertepuk Tangan
Sudah sebulan ini aku bisa bertepuk tangan, lho... Tiap kali aku berhasil melakukan sesuatu, semuanya mengajak bertepuk tangan. Selalu dibarengi dengan teriakan...Horeeeee...!! Berhasiiil!!!
Aku bisa ucapin: Mam maaa...ma...Pa ... pa ap..pa..
Bangun tidur, daripada bete, aku suka ngoceh sendiri...pa...pa.. apa...appa.. mma..maa...
Walaupun mungkin batita Anda hanya mengucap sedikit kata dengan jelas, ia paham apa yang Anda katakan. Anda akan menyadari penerimaan bahasa ini beraksi ketika ia sukses mengikuti instruksi sederhana dari Anda, seperti “Ayo nak, bawa cangkirmu ke sini!”. Pada usia ini, seharusnya pula balita sudah kenal dirinya dengan tahu namanya, mampu menunjuk pada obyek, mengidentifikasi beberapa anggota tubuhnya dan melambaikan tangan untuk berpisah.
Berikut beberapa cara untuk menstimulasi agar perkembangan bicara batita semakin lancar dan ia gemar bicara:
Walaupun mungkin batita Anda hanya mengucap sedikit kata dengan jelas, ia paham apa yang Anda katakan. Anda akan menyadari penerimaan bahasa ini beraksi ketika ia sukses mengikuti instruksi sederhana dari Anda, seperti “Ayo nak, bawa cangkirmu ke sini!”. Pada usia ini, seharusnya pula balita sudah kenal dirinya dengan tahu namanya, mampu menunjuk pada obyek, mengidentifikasi beberapa anggota tubuhnya dan melambaikan tangan untuk berpisah.
Berikut beberapa cara untuk menstimulasi agar perkembangan bicara batita semakin lancar dan ia gemar bicara:
- Ceritakan kesibukan Anda. Omongkan dengan lantang apa saja yang sedang Anda kerjakan dan lemparkan pertanyaan-pertanyaan untuk batita. “Teruslah bicara, walaupun Anda nampak konyol karena batita tak bisa menjawab,” usul Pam Quinn, terapis wicara di RS Rehabilitasi Schwab, Chicago.
- Jadi ‘role model’. Bila batita Anda mengatakan “cucu” untuk susu, gunakan pengucapan yang benar ketika Anda merespon, “Ini susumu.” Kembangkan penguasaan bahasanya dengan menambahkan kata-kata baru, misalnya “Susumu warnanya putih, enak sekali.” Strategi ini tak hanya akan menambah jumlah kosa katanya tapi juga mengajarkan cara kombinasi kata. Namun hindari mengoreksi ucapannya. “Menunjukkan kesalahan anak bisa membuatnya tak nyaman. Bahkan anak seusia itupun dapat mulai merasa bahwa apapun yang dilakukannya selalu salah di mata ibu,” kata Pam lagi.
- Berlagak “bodoh”. Beri batita kesempatan untuk meminta dan mengungkapkan kebutuhannya sebelum Anda memberikan padanya. Contohnya, saat bermain, ia menggulirkan bola dan Anda tahu ia ingin Anda mengembalikan bola itu padanya, pura-pura saja Anda tidak mengerti, berikan ekspresi wajah bingung dan bertanya, “Ibu harus apa?” Jeda seperti ini akan menyemangatinya untuk berkomunikasi.
- Tetap nyata. Hindari untuk mengucapkan kata berlebihan atau berbicara dalam bahasa slang atau bahasa pergaulan yang tak dimengerti balita usia 1-2 tahun. Orangtua wajib berbicara dalam kalimat-kalimat reguler dan dalam bahasa yang benar, yang akan membantu anak mengerti cara memadukan kata menjadi kalimat yang bermakna.
Minggu, 16 Oktober 2011
Bermain Air
Aku punya satu lagi kegiatan menyenangkan di rumah, yaitu main air. Kadang di teras atas sambil menunggui ibu mencuci baju, atau di garasi sama kakak dan kakay. Main hujan buatan, main seluncuran...aduh senangnyaaaa.... brrr brrr... beberapa kali wajahku terpercik air, alhasil aku pilek beberapa hari...hmmm...Tapi aku nggak kapok, besok-besoknya kalau ada kesempatan, kami main air lagiii
...

Langganan:
Postingan (Atom)













































